Akibat Melihat Film Porno Seorang Reaja Cabuli 7 Bocah Yang Masih SD

Akibat Melihat Film Porno Seorang Reaja Cabuli 7 Bocah Yang Masih SD – Apa yang dikerjakan ASH, remaja berumur 16 th. ini mesti jadi perhatian orangtua untuk mengawasi anaknya. Dikarenakan saksikan film porno, warga Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, JawaTengah ini tega mencabuli serta menyetubuhi tujuh anak SD yang masih tetap tetangganya sendiri.

Ke-7 korban menjadi pelajar SD dengan umur pada 6 th. sampai 10 th.. Perbuatan bejat aktor ini dikerjakan mulai sejak awal 2016, tetapi baru terbongkar awal November 2017 ini.

Para korban terbagi dalam empat anak wanita serta tiga anak lelaki. Modus remaja pengangguran ini dalam lakukan aksinya dengan mengiming-imingi anak-anak dengan suatu hal serta mengintimidasi korbannya.

Korban anak lelaki diiming-imingi mainan layang-layang. Sesaat yang wanita diancam misalnya tidak pingin melayani nafsu bejatnya.

“Saya seringkali saksikan film porno di handphone dirumah. Sesudah saksikan lalu saya lampiaskan ke anak-anak tetangga yang kebetulan tengah bermain. Mereka saya ancam serta ada yang saya bujuk dibelikan layang-layang, ” tutur ASH, Senin (6/11/2017) .

Masalah ini terbongkar sesudah korban yang baru dicabuli aktor menyampaikan peristiwa itu pada orang tuanya. Warga lalu mengamankan aktor serta menyerahkannya ke polisi.

Aktor lakukan perbuatan bejatnya di tempat tinggalnya, kebun serta pekarangan tempat tinggal, kalau kondisi sepi. Korban disetubuhi serta dicabuli oleh aktor lantaran berad dalam penguasaan aktor.

Karena momen itu, semuanya korban alami trauma, bahkan juga beberapa malas keluar tempat tinggal serta tidak pingin sekolah lantaran malu.

“Pelaku masih tetap umur anak-anak serta lakukan ini lantaran seringkali saksikan film porno. Korban juga masih tetap anak-anak semuanya. Tersangka masih tetap melakukan kontrol intensif di Polres Pekalongan, ” terang AKP M Dahyar,

Kasubag Humas polres Pekalongan mengatakan, tersangka dijerat dengan UU No 82 Th. 2016 berkenaan Perlindungan Anak serta Wanita dengan acamman 15 th. penjara atau denda Rp5 miliar.

Aksi kekerasan seksual pada anak di Pekalongan cukup ramai. Aktor beberapa besar orang dekat korban, salah satunya orangtua dari korban tersebut, guru rekan serta tetangganya.

Sepanjang bln. Maret sampai Oktober 2017, ada tujuh masalah kekerasan seksual pada anak. Bahkan dua diantara masalah ini aktornya yaitu orangtua korban sendiri.