Anggota DPR Fraksi Golkar Setor Kekayaan Ke KPK

Anggota DPR Fraksi Golkar Setor Kekayaan Ke KPK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Markus Nari diputuskan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota Fraksi Partai Golkar itu nyatanya mempunyai jumlah harta yang cukup besar.

Berdasar pada data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dipublikasikan dalam website acch. kpk. go. id, jumlah harta yang dilaporkan Markus sebesar Rp 19, 8 miliar serta 62. 700 dollar AS. Markus terdaftar paling akhir kali menyerahkan LHKPN pada 17 Maret 2016.

Harta kekayaan Markus terbagi dalam harta tidak bergerak, yaitu 17 tanah serta bangunan yang menyebar di banyak wilayah. Umpamanya, di Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kabupaten Maros, Kota Makassar, Sleman, serta Jakarta Selatan.

Lalu, Markus mempunyai tiga mobil elegan serta satu sepeda motor yang datang dari hasil sendiri. Semuanya kendaraan punya Markus sejumlah kian lebih Rp 2 miliar.

Diluar itu, dalam harta yang dilaporkan pada 2016, Markus juga mempunyai harta berbentuk logam mulia, batu mulia, dan beberapa barang antik serta seni, yang nilainya setara dengan Rp 900 juta.

Markus juga mempunyai usaha peternakan serta perkebunan yang sejumlah Rp 70 juta. Lalu, giro atau setara kas sejumlah Rp 520, 5 juta serta 62. 700 dollar AS.

Markus diputuskan sebagai tersangka sesudah disangka merubah Miryam S Haryani untuk memberi info tidak benar dalam persidangan masalah korupsi pengadaan Kartu Sinyal Masyarakat berbasiskan elektronik (e-KTP).

Diluar itu, Markus juga disangka merubah Irman serta Sugiharto, yang disebut ke-2 terdakwa dalam masalah korupsi e-KTP. Markus Nari yang disebut politisi Partai Golkar itu dimaksud terima duit sekitaran Rp 4 miliar dalam pengadaan e-KTP.

KPK mengira Markus berusaha supaya Miryam serta ke-2 terdakwa tidak membongkar penerimaan duit yang melibatkannya.