Harga Properti Di Bandung Melambung Tinggi

Harga Properti Di Bandung Melambung Tinggi – Pasar property residensial di lokasi Bandung selalu bergerak naik bersamaan perubahan pembangunan infrastruktur berbentuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung serta pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek. Ke-2 proyek infrastruktur itu dapat mempercepat saat tempuh perjalanan darat dari Jakarta menuju ke Bandung serta demikian sebaliknya.

Wasudewan, Country Manager Tempat tinggal. com menerangkan, menurut data Tempat tinggal. com Properti Index, harga perumahan di lokasi Bandung selama th. lantas rata-rata bertambah sekitaran 2, 4 % tiap tiap kuartal dengan harga median Rp 9, 5 juta per mtr. persegi.

“Ketika Presiden Joko Widodo lakukan penempatan batu pertama pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung pada bln. Januari 2016 lantas, median harga perumahan di Bandung segera melesat 4 %, dari Rp 8, 9 juta per mtr. persegi pada kuartal IV 2015, jadi Rp 9, 29 juta per mtr. persegi pada kuartal I 2016, ” tutur Wasudewan seperti diambil dari info tercatat, Kamis (9/3/2017) .

Tidak heran, berdasar pada data yang dipunyai oleh Tempat tinggal. com, Bandung jadi satu diantara 10 tempat idola beberapa pencari property di Indonesia, selama th. 2016. “Data ini kami raih berdasar pada prilaku 3, 4 juta costumer property di Indonesia yang terhubung 17 juta halaman Tempat tinggal. com tiap tiap bln., ” lebih Wasudewan.

Kenaikan harga property di Bandung bukan sekedar didorong oleh pembangunan infrastruktur Jakarta-Bandung serta Jakarta-Cikampek, tetapi juga didorong oleh ada gagasan pembangunan infrastruktur di lokasi Bandung sendiri, yang disebut sisi dari rencana Bandung Urban Mobility Project yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung.

Infrastruktur itu merupakan Light Rail Transit (LRT) Metro Kapsul yang gagasannya dapat mulai di bangun pada th. ini serta beroperasi th. depan dengan cara bertahap, membentang selama 6 kilo mtr. dari Stasiun Kereta Bandung di Kebonjati, menuju ke Pasar Baru, Dalam Golongan serta Tegallega.

Perubahan infrastruktur itu akan juga beresiko pada diantara lokasi yang saat ini jadi sorotan beberapa pencari tempat tinggal serta investor property, yakni lokasi Bandung Timur.