Jerman Waspadai ISIS Masuk Lagi

Jerman Waspadai ISIS Masuk Lagi – Petinggi keamanan Jerman menghadapi penambahan jumlah pendukung ISIS yang pulang dari Suriah dengan keluarganya. Diprediksikan lebih dari 100 anak-anak juga akan turut datang kembali dari Irak serta Suriah.
” Otoritas keamanan serta service sosial juga akan hadapi problem ini th. 2018, ” kata Florian Andres dari Kantor Service Perlakuan Radikalisasi, satu tubuh dibawah Dinas Migrasi serta Pengungsi, BAMF.

” Kami sekarang ini berusaha untuk memperluas jaringan untuk (hadapi) ini, ” kata Endres pada kantor berita Jerman, DPA. Dia memberikan, saat ini diperlukan kerja sama erat pada beragam pihak yang berkaitan.

Beberapa waktu terakhir, seseorang wanita Jerman diadili karna mensupport ISIS. Dia pergi ke Suriah membawa dua anak perempuannya serta di tangkap saat kembali sekali lagi ke Jerman. (photo artikel). Pemerintah Jerman yakin kalau ada dari 100 anak-anak radikal yang dapat kembali th. ini.

Florian Endres menyebutkan, karna kasusnya anak-anak, jadi mesti dilibatkan juga jaringan service kesejahteraan remaja.

” Kita telah miliki pengalaman dengan beberapa orang yang terisolasi serta kembali (ke Jerman) mulai sejak 2014, ” kata Endres. ” Jadi kita telah lama siap untuk menyimpan mereka. “

Kantor Service Perlakuan Radikalisasi menolong keluarga yang anggotanya terbawa propaganda ISIS serta beberapa grup radikal Islam yang lain. Banyak orangtua, guru serta petinggi lokal yang seringkali menghubungi hotline kantor itu.

Sepanjang satu tahun lebih paling akhir, diprediksikan sekitaran 950 pendukung ISIS sudah meninggalkan Jerman untuk untuk gabung dengan ISIS DI Suriah serta Irak. Sekurang-kurangnya 145 orang tewas, serta sepertiga yang lain kembali pada Jerman, kata Florian Endres.

Dia melukiskan beberapa orang yang kembali dari Irak serta Suriah jadi ” grup yang begitu tidak sejenis berkaitan umur, argumen untuk kembali serta pengalaman mereka di zone perang. ” Karenanya, mereka membutuhkan pendekatan serta perlakuan yang tidak sama.

Tidak semuanya mereka yang kembali dari zone perang juga meninggalkan ISIS. Karenanya, hubungan kerja erat dengan tubuh intelijen begitu dibutuhkan. ” Serta ini yang tengah berlangsung, ” kata Endres. Tapi dia mengaku, Kantor Service Perlakuan Radikalisasi tidak dapat menolong semuanya problem yang dihadapi mereka yang kembali dari Irak serta Suriah.