Ma’ruf Akui Usulkan Pembebasan Ba’asyir Ke Jokowi Sejak 2018

Ma’ruf Akui Usulkan Pembebasan Ba’asyir Ke Jokowi Sejak 2018 – Cawapres nomer urut 01 Ma’ruf Amin menyatakan sudah menyarankan pada Presiden Joko Widodo biar selekasnya membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir sejak mulai awal 2018. Namun usulannya waktu itu gak langsung di terima dikarenakan pertimbangan tekhnis.

“Saya memang sempat menyarankan. Sekedar kala itu dengan tekhnis bagaimana? Semula akan ditempuh grasi, namun keluarganya tidak ingin hingga sukar dibebaskan,” tutur Ma’ruf waktu dijumpai di Pondok Pesantren Riyadul Huda, Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/1).

Jokowi pada akhirnya mengutus pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk membebaskan Ba’asyir dalam kurun waktu dekat. Fakta kemanusiaan dimaksud jadi fakta penting pembebasan itu.

“Saat ini udah diketemukan faktanya yakni buat kemanusiaan. Saya bersukur sekali itu,” Ma’ruf meneruskan.

Ulama yg sempat jadi Ketua MUI itu menyampaikan, umur Ba’asyir termasuk udah uzur hingga hendaknya eks pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia ini selekasnya dibebaskan.

“Memang saya katakan beliau udah tua, udah uzur kan mestinya memang dapat dibebaskan,” tutur Ma’ruf.

Selain itu jubir Team Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menolak tuduhan beberapa pihak yg menyebutkan pembebasan Ba’asyir berbentuk politis. Ace menyatakan kalau itu murni lantaran fakta kemanusiaan.

“Pilihan ketetapan untuk membebaskan Ba’asyir semata-mata segi kemanusiaan tiada tinggalkan segi hukumnya,” tutur Ace.

Orang politik Golkar ini menyampaikan, putusan Jokowi membebaskan Ba’asyir sudah lewat pertimbangan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pihak Kemenkumham, termasuk juga Yusril.