Melawan Kanker Payudara Fase Lanjut Dengan Terapi

Melawan Kanker Payudara Fase Lanjut Dengan Terapi – Nyawa seorang wanita yang menderita kanker payudara fase lanjut sukses diselamatkan karena terapi baru di Amerika Serikat.

Awalnya Judy Perkins diprediksikan akan bertahan hidup cuma sepanjang tiga bln. dikarenakan kanker payudara sudah menebar serta tdk dapat sembuh dengan terapi konvensional.

Wanita asal Florida itu miliki tumor sebesar bola tenis dibagian liver serta kanker yang menyebar ke beberapa sisi badan.

Namun, nyawanya bisa diselamatkan sesudah satu buah tim di Institut Kanker Nasional AS memerankan eksperimen terapi.

” Sekitar satu minggu sesudahnya (terapi) saya mulai rasakan suatu hal. Saya miliki tumor di dada serta saya dapat rasakan itu berkurang. Butuh satu pekan atau dua minggu sekali lagi hingga rasa itu hilang, ” tutur Judy.

Judy kembali kenang pemindaian pertama sesudah terapi, tim medis ” begitu girang serta meloncat kesana ke mari. “

Waktu tersebut dia diberitahu kalau dianya bisa jadi sudah sembuh.

Dua th. selanjutnya tim medis tdk mendapatkan sinyal tanda kanker di badan Judy. Wanita itu saat ini melakukan hidup dengan bepergian serta olahraga seperti. Bahkan juga dia baru menuntaskan perjalanan lima minggu memutari Florida.

Terapi personal

Terapi yang di terapkan terhadapJudyPerkins, menurut Institut Kanker Nasional di AS, masih tetap butuh eksperimen lanjutan sebelumnya dapat dipakai dengan luas. Namun prinsipnya adalah mengalahkan sel kanker dengan system kebal badan sang pasien.
Dr Steven Rosenberg, kepala bedah di Institut Kanker Nasional, menyebutkan terapi itu menjadi ” perawatan paling personal yang dapat dipikirkan. “

Sebelumnya mulai terapi, tumor pasien dianalisa dengan genetis untuk mengetahui beragam perubahan langka yang buat sel kanker bisa terserang system kebal badan.

Dari 62 kejanggalan genetis pada Judy Perkins, cuma empat yang punya harapan terserang.

Setelah itu beberapa peneliti berburu sel darah putih pasien serta ambil sel yang dapat menyerang kanker.

Sel itu selanjutnya ditumbuhkembangkan dalam jumlah banyak di laboratorium.

Sekian waktu selanjutnya, lebih kurang 90 miliar sel disuntikkan ke badan Judy Perkins. Pada waktu berbarengan, wanita berumur 49 th. itu juga di beri obat-obatan yang memengaruhi system kebal badan.

” Mutasi-mutasi yang menyebabkan kanker yang nyatanya jadi titik lemah kanker tersebut, ” terang Dr Rosenberg.

Perubahan paradigma

Hasil eksperimen pada Judy Perkins serta eksperimen lanjutan yang semakin besar dibutuhkan untuk meyakinkan temuan tim medis di Institut Kanker Nasional.
Selama ini tantangan terapi kebal badan dalam menangani kanker yaitu cara itu begitu sukses untuk beberapa pasien, tapi beberapa besar yang lain tdk rasakan kegunaan apa pun.

” Terapi ini begitu berbentuk eksperimen serta kami baru pelajari bagaimana mengerjakannya, namun ini punya harapan di terapkan ke segala type kanker, ” kata Dr Rosenberg.

” Banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan, namun ada potensi perubahan kerangka berpikir dalam terapi kanker obat yang unik untuk tiap tiap pasien kanker. Ini begitu berlainan dari perawatan yang lain, ” lanjutnya.

Perincian tentang terapi yang dilakukan Dr Rosenberg serta timnya dipublikasikan jurnal ilmiah Nature Medicine.

Dengan terpisah, Dr Simon Vincent sebagai direktur penelitian di instansi Breast Cancer Now, menilainya analisis Dr Rosenberg yaitu ” kelas dunia ” .

” Kami fikir ini yaitu hasil yang mengagumkan. Ini yaitu kesempatan pertama untuk menyaksikan terapi kebal badan pada kanker payudara type paling umum yang baru di uji-coba pada satu pasien. “

” Ada demikian banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan, tapi ini punya harapan buka ruangan baru dalam terapi untuk beberapa orang. “