Melihat Seramnya Lapas Di Cilacap Ini

Melihat Seramnya Lapas Di Cilacap Ini – Langit diatas pesisir pantai Cilacap, Jawa Tengah kelihatan cerah. Sinar matahari yang tidak terhambat gemawan memendar diatas riak ombak Laut Selatan.

Hari itu, Senin (5/6/2017) , Kompas. com di beri peluang untuk berkunjung ke Instansi Pemasyarakatan (Lapas) Batu, satu diantara Lapas Kelas 1 di Pulau Nusakambangan yang populer ditempati oleh beberapa ratus narapidana kelas kakap dari semua penjuru Indonesia.
Jika beberapa orang-orang memperbandingkan Pulau Nusakambangan jadi Alcatraz-nya Indonesia, dapat benar. Jika diliat sepintas, keamanan alami di sekitar pulau ini nyaris tanpa ada celah.

Sistim penjagaan yang dibuat oleh aparat sipir setempat, membuat siapa juga yang mendekam disana terisolir dari dunia luar.

Pengunjung yang akan menjenguk relasi kerabat atau sanak famili yang melakukan zaman tahanan disana juga mesti ikuti sekumpulan mekanisme kontrol yang panjang di kantor Dermaga Wijayakusuma, Cilacap. Tidak kecuali wartawan serta anggota TNI.

Penjagaan yang ketat oleh beberapa petugas tak pandang bulu.

Untuk hingga di Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, cuma ada satu akses transportasi yang ada, yaitu kapal feri ” Pengayoman ” yang dikelola oleh Kementerian Hukum serta HAM. Sebab, tak ada satu juga kapal komersial ataupun pribadi yang diizinkan berlabuh di ke-2 dermaga spesial itu, terkecuali kapal Pengayoman.

Mendekati waktu 11. 00 WIB, dari terlalu jauh kapal Pengayoman jalan mendekat sampai selanjutnya berlabuh di Dermaga Wijayakusuma. Begitu pintu rampa dari kapal berjenis roll on-roll off ini terbuka, dengan sigap dua orang awak kapal melompat serta lari ke tiang pancang untuk menambatkan tali jangkar.

Setelah tempat kapal stabil, satu per satu penumpang yang udah menanti mulai sejak pagi naik berubahan. Sebagian ada yang membawa kendaraan seperti sepeda motor, sesaat pembesuk udah di siapkan sarana bus spesial di seberang, yang siap mengantar ke lapas maksud.

Setelah semuanya logistik dinaikkan ke geladak, beberapa penumpang beranjak ke dek di lantai dua. Dari sana, panorama Pulau Nusakambangan yang nyatanya cuma sepelemparan batu itu jadi jadi tambah terang.