Operasi Pasar, BPOM Denpasar Sita 10.751 Kosmetik Berbahaya Dan Ilegal

Operasi Pasar, BPOM Denpasar Sita 10.751 Kosmetik Berbahaya Dan Ilegal – Balai Besar Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) Denpasar mengambil alih 10. 751 paket kosmetik tiada izin edar (TIE). Penyitaan ini dikerjakan sepanjang 2 minggu operasi di 3 lokasi, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung serta Gianyar.

Penyitaan dikerjakan dalam operasi pasar pada tgl 13 Juli serta berjalan sampai minggu ini. Tidak cuman tiada izin edar, beberapa produk yg diambil ini dapat didapati punya kandungan bahan beresiko. Gara-gara peredaran kosmetik ilegal ini nilai kerugian raih Rp 2 miliar lebih.

” Temuan kami ada 28 tempat yg kami check itu terbagi dalam importir, distributor, retail, toko kosmetik, klinik kecantikan, salon yg ada pada Denpasar, Gianyar serta Badung, ” kata Kepala BBPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di kantornya, Rabu (18/7/2018).

” Dari 28 itu ada 11 tempat atau lebih dari 1/2, lebih dari 50 prosen tdk penuhi ketetapan karena jual beberapa produk yg TIE atau punya kandungan bahan beresiko, ” lanjut Ayu.

Tidak cuman tiada ijin edar BBPOM juga temukan beberapa produk yg penandaan tdk penuhi prasyarat. Hasil dari penelusuran produk ini telah tercatat tetapi tdk menuliskan izin edarnya pada label atau paket. Jadi produk itu terus ditangkap biar tdk tersebar di market.

” Kami mememohon perbaikan label penandaan jadi sesudah penandaan diperbaiki sesuai sama ketetapan baru kita melewatkan. Bisa di tawarkan, ” ujarnya.

Produk kosmetik yg banyak diambil misalnya berbentuk whitening atau pemutih kulit, masker, cream pembersih muka, lotion serta beberapa suplemen tiada izin edar.