Penggunaan Bendera Polandia Untuk Indonesia Yang Mendadak

Penggunaan Bendera Polandia Untuk Indonesia Yang Mendadak – Insiden masalah bendera Merah Putih waktu kemenangan atlet Indonesia, Muhammad Zohri di arena Kejuaraan Dunia Atletik U-20 kelompok lari 100 mtr. di Tampere, Finlandia berubah menjadi sorotan. Perkataan bernada satire juga diperuntukkan untuk ofisial yang mengikuti Zohri.

Peristiwa masalah bendera Merah Putih ini bermula dari posting mass media serta persatuan atlet di Polandia. Seperti sport. onet. pl dengan judul ‘Mistrzostwa świata juniorów w lekkoatletyce : sensacyjny mistrz paradował z polską flagą (Kejuaraan Dunia Junior di Atletik : Juara Sensasional diarak dengan bendera Polandia) ‘.

Dalam berita itu ditulis jika orang Polandia meminjamkan Zohri bendera mereka, yang berwarna Putih Merah, untuk parade selesai finish. Menurut laporan media itu, bendera berwarna Putih Merah itu cukuplah di balik supaya tampak seperti bendera Indonesia.

Begitu juga dengan account Twitter sah Asosiasi Atletik Polandia (@PZLANews) mencuit masalah bendera Polandia yang dipakai Zohri. Mereka juga mengatakan jika bendera itu ialah bendera Polandia. Zohri sendiri memanglah tampak membawa bendera Merah Putih selesai finish. Bendera itu tampak menutupi sisi belakang badan, seakan berubah menjadi sayap berwarna merah putih untuk Zohri.

Menyikapi pro-kontra masalah bendera Merah Putih itu, anggota Komisi X DPR dari Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana memberikan pujian pada Zohri. Dia menyebutkan Zohri memakai bendera Polandia yang di balik serta menyampaikan aksi itu menjadi bentuk kebanggaan Zohri pada bangsa Indonesia.

” Yang terpenting jika menjadi bangsa kita mesti bangga pada Zohri. Kreatifitas Zohri memakai bendera Polandia yang di balik itu juga pantas kita banggakan. Apapun yang berlangsung, Merah Putih mesti jadikan lambang kebanggaan berbangsa, ” tutur Dadang, Senin (16/7/2018).

Menurut dia, Zohri tunjukkan kreatifitas. Dadang menilainya Zohri waktu itu tidak menanti bendera Indonesia dikasihkan oleh ofisial yang mendampinginya.

” Dalam kondisi darurat diluar pendapat, tidak ada rotan akar juga jadi, ” kata Dadang.
Pujian pada Zohri itu seakan mengkritik ofisial team. Dadang menyampaikan ofisial team Indonesia peluang tidak menganggap bila Zohri akan berubah menjadi juara. Meskipun demikian dia pilih berbaik kira serta mengharap pro-kontra masalah bendera Polandia ini berubah menjadi pelajaran yang akan datang.

” Saya husnuzan saja jika ofisial mungkin saja tidak menganggap jika Zohri akan tampak menjadi juara serta mencapai medali emas di lari 100 mtr. itu. Ini kan surprise, suatu yang sangatlah mengagumkan, diluar pendapat siapa juga, ” kata Dadang.

” Ini mesti berubah menjadi pelajaran untuk semuanya pihak apabila atlet Indonesia menjadi delegasi bangsa tengah bertanding mempertaruhkan kehormatan bangsa, ” sambungnya.

Masalah insiden ini, Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Imam Nahrawi sudah memberikan jawaban melalui posting-an di Instagram. Dia mengupload photo keterangan dari pihak Persatuan Atletik Semua Indonesia (PASI) berkaitan insiden bendera yang jadi sorotan.

PASI menuturkan team ofisial Indonesia sudah membawa bendera Merah Putih dari Jakarta. Tetapi lambatnya bendera Merah Putih yang di terima Zohri dikarenakan sikap duduk team ofisial dengan Zohri cukuplah jauh dari trek.