Perusakan Baliho SBY Yang Mengaku Suruhan PDIP

Perusakan Baliho SBY Yang Mengaku Suruhan PDIP – Elite Partai Demokrat (PD) Andi Arief menyebutkan tersangka pemeran perusakan baliho Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai atribut Partai Demokrat (PD) di Pekanbaru, Riau, menyatakan berlaga atas perintah pengurus PDIP. Tersangka pemeran pun menyatakan tak kerja sendirian.

Tersangka pemeran bernama Heryd Swanto (22) itu awal kalinya ditangkap di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (15/12) lebih kurang waktu 01. 45 WIB. Dalam video yg di terima detikcom, lelaki itu awal kalinya diinterogasi oleh kader Demokrat. Disaat di tanya banyak kader PD, Heryd menyatakan diperintah seorang dari PDIP.

” Info pemeran perusakan yg diamankan DPC Demokrat tadi malam menyebutkan ia diperintah Pengurus PDIP, ” kata Andi Arief di account Twitter-nya serta mengijinkannya detikcom mengutipnya, Sabtu (15/12/2018)

” Satu regu 7 orang. Mereka dibayar Rp 150 ribu per orang. Yg mengiris hati, pemberi order dari partai berkuasa, ” ujarnya.

Meski demikian, Andi malas demikian saja memercayai kabar yg diterimanya itu. Mengingat interaksi partainya dengan PDIP sejauh ini tak ada ‘gesekan’.

” Informasi awal itu terlampau gegabah apabila diyakini demikian saja. Sejauh ini interaksi kami baik. Pekerjaan polisi menyimpulkannya. Tak ada argumen, pelakunya ada. Beda dengan perkara beda, ” kata Andi.

Atas sangkaan yg dilepas sang pemeran perusakan, PDIP tegas menolak. Sekretaris Tubuh Pendidikan serta Kursus DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menilainya sangkaan terhadap partainya itu tak rasional. Ditambah lagi, SBY tidaklah pesaing Jokowi di Pemilihan presiden 2019 ini.

” Aneh, yg nyapres PS (Prabowo Subianto) kok ngerusak (baliho) Pak SBY. Walaupun sebenarnya Pak Beye gak nyaleg. PDIP tetap waras, ” kata Eva terhadap wartawan.

Sama dengan Eva, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun menolak partainya adalah dalang dibalik perusakan baliho eks presiden ke-6 RI itu. Hasto mengatakan perbuatan perusakan itu tidak pas dengan sifat partainya.

Tidak hanya itu, menurut Sekretaris Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin itu, Partai Demokrat tidaklah kompetitor PDIP pada Pemilu 2019 ini. Ia mengemukakan, menurut hasil survey dari beberapa instansi, partainya lebih ‘beririsan’ dengan partai karya calon presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto, ialah Gerindra.

” PDI Perjuangan tidak sempat main sembunyi-sembunyi. Kami senantiasa di area terbuka. Tak ada untungnya untuk kami menyebabkan kerusakan atribut partai beda. Ditambah lagi demokrat. Dikarenakan kami tak punyai pengetahuan menyebabkan kerusakan. Dengan cara survey, bisa dibuktikan tak ada sayatan pemilih pada Demokrat serta PDI Perjuangan. Dikarenakan apabila elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan, ” kata Hasto.

Hasto pun mengatakan, PDIP adalah partai yg menjunjung tinggi kedisiplinan. Ia meyakinkan bukan kadernya yg mendalangi perusakan yg berlangsung Sabtu (15/12) pagi hari itu.

” Ditambah lagi peristiwanya di Riau. Kami tak sekuat di daerah beda. Disaat Bus Kampanye Demokrat yg eksklusif, lux serta mahal melintas di lokasi sebagai basis PDI Perjuangan lantas semua aman2 saja. Ditambah lagi di Riau. Jadi mari perangi berbarengan, banyak penyusup yg coba mengadu domba Partai itu, ” ujarnya.

Berkenaan sangkaan PDIP jadi dalang perusakan itu, sampai saat ini belum juga dapat dibuktikan. Polisi pun malas memberikan komentar berkenaan sangkaan itu. Heryd sendiri sampai sekarang tetap dikontrol dengan cara mendalam.