Polda Sumut Ungkapkan Otak Pembunuhan Driver GrabCar Sembunyi Di Gunung

Polda Sumut Ungkapkan Otak Pembunuhan Driver GrabCar Sembunyi Di Gunung – Hampir dua bulan dikatakan DPO, AK (31) , perampok juga sekaligus pembunuh driver Grabcar Sofyan (43) belum pula tertangkap. AK berubah menjadi buruan paling akhir sehabis tiga mitranya tertangkap serta tengah hadapi persidangan.

Kasubdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariyadi mengatakan, pihaknya pernah sukses menelusur kehadiran pemeran tetapi tidak sukses tertangkap berkat berpindah-pindah tempat. Paling akhir, pemeran terpantau ada di daerah pegunungan yg ada di Pulau Sumatera.

” Pemeran AK senantiasa pindah-pindah tempat, itu ada masalah kami menangkapnya. Pergerakannya tetap kita monitor di daerah pegunungan, ” papar Yudhi, Selasa (19/12) .

Yudhi janji lekas tangkap pemeran lantaran berubah menjadi otak perampokan diikuti pembunuhan sadis pada korban. Polisi segan-segan berikan tindak tegas, sekiranya tembak mati, apabila menantang.

” Hingga kapanpun kami buru, anggota tetap di lapangan, kejar hingga tertangkap, ” pungkasnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menghimbau pemeran lebih menentukan menyerahkan diri. Dikarenakan, semakin lama pemeran bakal tertangkap pun walaupun bersembunyi di mana lantas.

” Misalnya tempo hari, begal yg udah dua tahun buron tertangkap pun, jadi mati ditembak lantaran menantang. Saya yakinkan AK bakalan tertangkap, ” tegasnya.

Dikabarkan awal kalinya, mayat korban diketemukan di lahan perkebunan sawit di Desa Muara Lakitan serta Kanan Dapun, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, Selasa (13/11) . Ia dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polda Sumsel, Selasa (30/10) . Kehadiran korban gak didapati kembali selesai membawa pesanan dari daerah KM5 ketujuan KFC Simpang Bandara Palembang satu hari awal kalinya.

Hasil dari pengumpulan bukti-bukti polisi, korban ditumpangi empat orang yg memanfaatkan account seseorang wanita yg tak diketahui banyak pemeran. Dalam perjalanan, korban dicekik serta dihujani pukulan sampai meninggal dunia. Ia serta mobilnya dibawa kawanan pemeran menuju Musi Rawas Utara.

Polisi selanjutnya menangkap tiga terduga, ialah Ridwan (45) , Franata Ariwibowo (16) serta Acundra (21) . Franata udah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Klas IA Palembang dengan hukuman sepuluh tahun penjara lantaran tetap berstatus dibawah usia.