Polisi Amankan Pemuda Yang Bunuh Temannya Sendiri

Polisi Amankan Pemuda Yang Bunuh Temannya Sendiri – Seseorang pemuda berinisal ML sebutan lain Ant asal Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan diamankan deretan Polres Tanah Laut (Tala) karena masalah pembunuhan yg berlangsung tahun 2013. ML dijemput petugas Polres Tala, sesaat sehabis bebas dari Rutan Palangka Raya.

ML yg sekarang ini berumur 17 tahun jadi buronan karena masalah pembunuhan pada partnernya sendiri Muhammad Amrusi yg masihlah berumur 14 tahun pada 8 Juni 2013. Waktu peristiwa ML yg waktu itu masihlah berumur belumlah genap 13 tahun menghabisi korbannya bersama-sama kakaknya Rosehan Anwar.

Ke-2 kakak beradik ini kabur ke Kalimantan tengah sehabis warga ramai menemukannya jasad Muhammad Amrusi warga Desa Bankal, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru didalam lubang di seberang stockpile PT CBSA di Desa Bentok pada 17 Juni 2013.

Dalam pelariannya ML pernah bekerja serabutan di Buntok, Barito Selatan serta paling akhir di Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang, ditempat paling akhir ini terduga ML kembali turut serta pembunuhan pada Riyan, seseorang waria pemilik satu salon kecantikan.

Moment pada Sabtu 29 Oktober 2016 ini bikin ML meringkuk di Rutan Palangka Raya serta pada akhirnya terendus oleh anggota Polres Tanah Laut. Petugas menjemput ML sehabis jaman hukumannya selesai.

Terhadap petugas ML mengaku perbuatan yg di jalankannya dengan kakaknya Rosehan Anwar, tapi menurut ML dia tidak mengerti gagasan kakaknya untuk membunuh korbannya.

“Saya cuma diminta kakak (RosehanAnwar) untuk mencari kawan apabila mau pergi ke Pasar Malam di Desa Nusa Indah, ” kata ML waktu berjalan titel masalah, Kamis (26/7/2018) sore.

Sehabis memperoleh kawan yaitu korban M Amrusi, terduga selekasnya pergi ke stockpile dekat PT CBSA di mana kakaknya telah menanti.

“Di area itu kakak memohon saya untuk memutar kendaraan, tdk beberapa lama terdengar nada pukulan yg menjadikan korban secara langsung tergeletak, ” ujar ML lagi sekalian mengimbuhkan dia serta kakaknya kabur sendiri-sendiri sehabis mayat korban diketemukan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan mengemukakan terungkapnya masalah pembunuhan ini sehabis petugas memperoleh tanda-tanda pemeran pembunuhan di Desa Kandui, Barito Utara yg bersesuaian dengan ciri pemeran pembunuhan M Amrusi. Menurut Kapolres terduga dijemput petugas Polres Tala pada 18 Juli di Palangka Raya.

Karena tindakannya ML dijaring dengan Klausal 338 KUHP junto Klausal 365 KUHP. Sesaat Rosehan Anwar, kakak terduga sekarang ini masihlah menekuni proses hukum di Rutan Buntok, Barito Selatan karena masalah kekerasan dalam rumah tangga. Rosehan Anwar dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan.