Polisi Sebut Ismijati Tewas Diduga Bunuh Diri Karena Motif Ekonomi

Polisi Sebut Ismijati Tewas Diduga Bunuh Diri Karena Motif Ekonomi – Ismijati meninggal disangka bunuh diri di tempat tinggalnya di Jalan MT Haryono, Tubuhnya bersimbah darah dengan leher menganga. Di dekatnya ada satu gerinda yang masih tetap menyala.

Polisi menyebutkan ibu rumah-tangga itu disangka bunuh diri sebab motif ekonomi. Suami Ismijati dimaksud jarang pulang serta tinggalkan banyak utang.

“Sang suami Edi Purwanto jarang pulang serta tidak memberi nafkah. Bahkan juga anak bungsunya yang sekarang duduk di kelas 1 SMA telah berapa bulan paling akhir belumlah membayar uang sekolah,” tutur Kapolsek Kota AKP Lilik Sulastri waktu didapati di tempat, Kamis (14/2/2019).

Lilik menjelaskan Ismijati pun tidak dapat memberangkatkan anaknya turut study tur ke Yogyakarta sebab ta dapat membayar biayanya. Di dalam rumah itu, wanita 47 tahun itu tinggak bersama dengan anak serta suaminya. Sesaat satu anaknya kembali telah menikah serta tidak tinggal serumah.

Lilik memberikan berdasarkan penjelasan beberapa tetangga korban, suami Ismijati seringkali tinggalkan utang. Akhirnya, korban yang cuma kerja menjadi penjual gorengan juga kerepotan membayar utang suaminya.

“Jarang pulang serta seringkali utang, istri serta anaknya tidak dikasih nafkah. Suami yang tidak bertanggungjawab,” jelas Lilik.

Puncaknya, barusan pagi waktu semua siswa lainnya turut study tur ke Yogyakarta, anak bungsunya cuma ada di dalam rumah tidak dapat turut. Sedang anak pertamanya telah menikah serta tidak tinggal bersamanya.

“Barusan pagi habis subuh tuturnya ibunya sudah sempat menanyai anaknya, tidak jadi turut study tur le?, anaknya katakan tidak. Selalu ibunya masuk kamar, anaknya masuk juga kamar sendiri,” tutur ia.

Akan tetapi seputar jam 08.00 WIB, dari dalam kamar Ismijati terdengar bunyi gerinda. Sebab cemas, anaknya langsung ajak saudara ibunya untuk lihat keadaan ibunya.

“Waktu dibuka di kamarnya nyatanya korban telah wafat serta diketemukan gerinda yang menyala, disangka menjadi alat bunuh diri,” tambah Lilik.

Sampai Team forensik sudah membawa jenazah korban ke RSUD dr Harjono untuk divisum serta otopsi untuk mencari pemicu lainnya wafatnya korban.