Polisi Sita 1.031 Botol Obat Pertanian Palsu dari Tangan 2 Pengedar di Brebes

Polisi Sita 1.031 Botol Obat Pertanian Palsu dari Tangan 2 Pengedar di Brebes – Dua pemeran pengedar obat pertanian palsu ditangkap Polres Brebes, Jawa Tengah. Dari tangan pemeran polisi mengambil alih 1.031 botol paket obat palsu bermacam brand.

Ke dua pemeran ini masing masing Sunaryo (48) penduduk Desa Kejagan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur serta Syarifudin (48) penduduk Desa Pesaren Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengemukakan, pengungkapan perkara ini berasal dari laporan penduduk berkenaan ada peredaran obat obatan palsu. Polisi lalu mengerjakan pengumpulan bukti-bukti serta selanjutnya sukses tangkap pemeran tersebut tanda untuk bukti. Mereka ditangkap pada 19 Februari di Desa Sitanggal Kecamatan Larangan.

“Dari pengaduan petani, dimana mereka udah beli obat ini namun hasil panennya tdk memuaskan. Dari pengaduan ini kami tindaklanjuti serta selanjutnya diamankan dua pemeran ini tersebut 1.031 botol obat palsu serta mobil,” jelas Tri Agung di Mapolres Brebes, Selasa (26/3/2019).

Gara-gara kelakuannya itu, ke dua terduga dijaring dengan klausal 62 ayat 1 jo Klausal 8 ayat 1(e) UU RI Nomer 8 tahun 1999 terkait Perlindungan Customer serta klausal 60 ayat 1 (g) ayat 2 jo Klausal 38 ayat 1 UU Nomer 12 Tahun 1992 terkait metode budidaya tanaman serta atau klausal 100 ayat 1 UU Nomer 20 tahun 2016 terkait merk serta isyarat geografis.

“Ke dua terduga kami jerat dengan klausal itu yang intimidasi hukumannya tujuh tahun penjara,” tegasnya.

Tri Agung menuturkan ke dua pemeran ini beli produk ini dari seorang di Bandung. Mereka lalu jual di Brebes dengan perbedaan harga pada produk yang asli dengan palsu terpaut 20 hingga sampai 30 %.

Pemeran pilih tujuan lokasi Brebes jadi daerah pemasaran obat palsu lantaran kepentingan obatan pertanian tinggi sekali khususnya bawang merah. Tidak cuman bawang merah, Brebes pun mempunyai lahan pertanian padi yang sangatlah luas.

Kabid Tempat serta Prasarana Dinas Pertanian serta Ketahanan Pangan Brebes, Muhamad Furqon memberi tambahan, lokasi pertanian di Brebes menduduki rangking paling tinggi di Asia Tenggara dengan luas lahan 135.000 hektare. Buat tanaman padi, luasan lahan pertanian meraih 105.000 hektare serta tempat bawang merah 30.000 hektare.

Sesaat di negara Filipina, lanjut Furqon, luas tempat bawang cuma 7,000 hektare serta Thailand 2500 hektare. Dengan luasan tempat pertanian bawang ini lebih Furqon, lewat cara automatic Brebes berubah menjadi pemakai pestisida tertinggi di Asia Tenggara.

“Dengan luasan itu, Brebes adalah customer obat serta pestisida paling besar di Asia Tenggara. Maka itu tidaklah mengherankan produsen obat membidik lokasi ini jadi market share yang sangatlah mungkin,” jelas Furqon.