Seorang Pria Ditusuk Pakai Pecahan Botol

Seorang Pria Ditusuk Pakai Pecahan Botol – Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota tangkap aktor penusukan anggota polisi, Bripka Aris Triyogo yang tengah berusaha melerai kericuhan di kafe Nad’s di Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi Barat.

Korban adalah anggota Sentra Service Kepolisian (SPK) Polsek Bekasi Selatan.

Dianya ditusuk memakai pecahan botol oleh pengunjung kafe Nad’s pada Minggu (12/8) jam 02.15 WIB.

Aktor yang langsung kabur selesai kerjakan penusukan pada akhirnya sukses diamankan di kediamannya di Jalan Kenanggan, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.

“Pelaku sesudah lakukan pemukulan serta penusukan sudah sempat kabur, team kami langsung hadir ke TKP serta sukses kami tangkap pada Minggu (12/8) siang jam 13.00 siang. Aktor bernama Sukirman Rahwarin (28),” tutur Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih, Selasa (14/8).

Jairus menuturkan awal peristiwa itu ketika berlangsung kericuhan antar pengunjung di kafe NAD’S di Jalan KH Noer Ali, Kalimalang Bekasi Barat.

“Awal-awal ada ribut antar pengunjung cafe, takut kericuhan berlangsung lama serta makin kronis pihak kasir cafe hubungi Polisi, nah korban ini hadir langsung ke tempat kericuhan,” katanya.

Selesai dihubungi, Aris menjadi anggota SPK Polsek Bekasi Selatan mendatangi tempat untuk melerai perkelahian itu.

“Saat melerai mereka yang tengah ribut anggota kami justru dianiaya, disangka oleh empat aktor, salah satunya aktor justru melukai anggota sampai sisi bawah kuping robek karena ditusuk pecahan botol. Korban langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi, sekarang ini kondisinya telah lebih baik,” kata Jarius.

Dia menuturkan aktor mengakui tidak tahu orang yang melerai kericuhan di Kafe Nad’s adalah anggota kepolisian.

“Dia engga tahu jika yang melerai itu anggota kepolisian mungkin saja dalam keadaan mabuk juga. Soalnya anggota kami juga memakai jaket hingga tidak tampak menjadi anggota polisi,” katanya.

Selain itu kepolisian sampai sekarang masih tetap mengincar empat terduga yang lain yang lakukan penganiayaan pada anggota Polri.

“Kami masih tetap kerjakan peningkatan, disangka ada empat aktor yang lain yang kerjakan penganiayaan,” tuturnya.

Jarius mengutarakan masih tetap memahami pemicu kericuhan itu. Akan tetapi, dia menyangka kericuhan di kafe Nad’s karena hal remeh.

“Kemungkinan beberapa pengunjung dalam kondisi mabuk bersenggol-senggolan yang berbuntut kericuhan serta melukai korban,” katanya.

Karena perbuatanya aktor dipakai Masalah 170 serta 351 KUHP mengenai penganiayaan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.