Tak Terima Penghitungan Suara Ulang, PDIP Surabaya Ambil Langkah Laporkan Bawaslu Ke DKPP

Tak Terima Penghitungan Suara Ulang, PDIP Surabaya Ambil Langkah Laporkan Bawaslu Ke DKPP – PDIP tidak terima dengan tuduhan menggelembungkan suara Pileg di Surabaya oleh beberapa parpol (Partai politik) yg dimotori PKB berakhir pada referensi Bawaslu buat hitungan suara kembali. Partai berlambang banteng moncong putih itu lantas melangkah sampaikan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Lewat kuasa hukumnya, Anas Karno, partai garapan Megawati Soekarnoputri itu menyampaikan ketua serta anggota Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) yg mereferensikan kalkulasi kembali di semuanya TPS yg berada pada Surabaya, yakni 8.146 TPS. Berkas laporan ke DKPP yg di tandatangani Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana itu, di terima sisi pengaduan pada Rabu (24/4) tempo hari.

“Telah kami tambahkan serta di terima. Kelak tinggal menanti panggilan saja,” kata Anas lewat telephone, selesai lengkapi sejumlah berkas laporanya ke kantor DKPP, Kamis (25/4) ini hari.

Anas yang wakil ketua sektor hukum DPC PDIP Surabaya ini mengatakan, berdasar pada ketentuan laporan serta kelengkapan berkas yg tersebut di situs dkpp.go.id, ada tiga formulir yang perlu ditambahkan, diantaranya surat kuasa teristimewa. “Ini hari telah ditambahkan, lengkap!” katanya pastinya.

Pihaknya masukkan berkas screenshot perbincangan Ketua Bawaslu Surabaya, Hadi Margo Sambodo yg dianggap cenderung ke satu diantara calon legislatif DPR RI. “Iya diungkapkan,” katanya.

Sudah diketahui, Senin (21/4) lantas, Bawaslu Surabaya keluarkan surat referensi biar KPU lakukan hitungan kembali di semuanya TPS, sebab dianggap banyak ketidak-pasan. Referensi itu dilandasi atas laporan beberapa Partai politik, diantaranya PKB, dan hasil internal Bawaslu.

Bahkan juga waktu pertemuan wartawan di Hotel Santika, Sabtu (20/4) pagi hari, Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf blak-blakan menyebutkan PDIP-lah yg lakukan penggelembungan suara Pileg di Surabaya.

Akan tetapi, Anas sayangkan bila kalkulasi kembali dikerjakan di semuanya TPS di Surabaya. Bila hitungan kembali cuma di banyak TPS saja, ia tetap memakluminya. “Tetapi ini seluruh,” keluhnya.

Menurut Anas, Bawaslu mestinya dapat kerja lewat cara kontinyu. Lebih dalam menanggapi terdapatnya laporan yang disikapi dengan ketentuan yg dianggap team PDIP cuma sepihak.

“Masalah perbedaan suara itu soal yg lumrah serta kadangkala dapat berlangsung. Tetapi tdk terus berikan referensi semuanya TPS di Surabaya. Itu tidak mungkin,” ujarnya.

Sekiranya hingga berlangsung hitungan kembali di semuanya TPS, menurut Anas, malah bakal memperkeruh kondisi di Kota Pahlawan. “Kami memohon biar hitungan kembali di semua daerah tdk berlangsung. Lantas pihak Bawaslu harus memperoleh sangsi,” tegas Anas.