TNI AL di Riau Gagalkan Penyelundupan 10 Ribu Baby Lobster ke Singapura

TNI AL di Riau Gagalkan Penyelundupan 10 Ribu Baby Lobster ke Singapura – TNI Angkatan Laut (AL) dibawah Landal Dumai di Riau sukses menggagalkan gagasan penyelundupan 10 ribu baby lobster ke Singapura. Baby lobster itu dihadirkan dari Jambi.

“Baby lobster ini kita tangkap di pelabuhan rakyat di Kab Indragiri Hilir,” kata Perwira Pelaksana (Palaksa) Lanal Dumai, Letkol Laut (KH) Saiful Simanjuntak di Stasiun Karantina Ikan serta Pengendalian Kualitas serta Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pekanbaru, Minggu (21/10/2018).

Saiful menuturkan, benih losbter itu dihadirkan dari Jambi dengan diangkut dua unit mobil. Dari Jambi benih itu dibawa ke Kabupaten Inhil di pelabuhan rakyat.

“Dari info itu, team sudah sempat mengecheck mobil yang membawa benih. Akan tetapi tanda bukti tidak ada. Hingga team pada akhirnya temukan benih di dermaga pelabuhan rakyat,” kata Siaful.

Masih tetap menurut Saiful, baby lobster ini dibiarkan demikian saja. Peluang gagasannya akan dijemput oleh spedboad.

“Spedboad yang akan membawa benih lobster itu pada akhirnya kabur sesudah dikejar team,” kata Saiful.

Di dermaga pelabuhan rakyat itu, kata Saiful, team Lanal Dumai temukan benih lobster dalam bungkusan 54 kantong plastik bening pada Sabtu (20/10) jam 07.30 WIB. Bungkusan plastik itu diletak dalam 5 box.

10 ribu benih lobster itu gagasannya akan diselundupkan ke Singapura. “Tanda bukti baby lobster ini dikemas dalam 54 plastik bening di 5 box. Diketemukan di dermaga rakyat, Sungai Piring, Tembilahan, Inhil,” kata Saiful.

Saiful meneruskan, dari Singapura benih lobster itu diprediksikan akan kembali dijual ke Vietnam. Tanda bukti yang diketemukan itu dihitung dengan pihak Karantina Ikan Wilker Tembilahan.

“Dari info pihak karantina, harga baby lobster bila sukses diselundupkan dapat sampai Rp 150 ribu per ekor. Bila ditotal penyelundupan baby lobster ini bisa merugikan nagera sekitar Rp 1,5 miliar,” kata Saiful.

Sama dengan perundangan karantina yang laku, lanjut Saiful, siapa saja menyelundupan baby lobster ke luar negeri akan dijaring dengan hukuman penjara 5 tahun.

Dalam penggalan penyelundupan ini, kata Saiful, tanda bukti dihadirkan dari Jambi dibawa ke Inhil dengan mobil. Daerah Riau cuma jadikan transit untuk penyelundupan. Dari Riau nanti akan dibawa ke Singapura.

“Tanda bukti baby lobster ini gagasannya akan dijemput satu spedboad, tetapi mereka langsung kabur sebab telah ditangkap,” tutup Saiful.