TNI Tangkap Dua Warga Beratribut Bintang Kejora

TNI Tangkap Dua Warga Beratribut Bintang Kejora – Prajurit TNI dari unit pekerjaan (satgas) pengamanan perbatasan (pamtas) Yonif 122/TS mengambil alih atribut bintang kejora dari dua warga Entrop di perbatasan RI-PNG, Skouw-Wutung, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Papua. TNI juga mengambil alih beberapa puluh botol minuman keras beragam merk dari keduanya pada Jumat 24 Maret 2017.

Bintang kejora adalah lambang Organisasi Papua Merdeka (OPM)

” Kami kerjakan penyitaan pada beberapa puluh botol minuman keras dalam sebagian type merk serta atribut bintang kejora dari suadara WY serta WHY, Jumat siang tadi, ” kata Perwira Seksi Intel Satgas Pamtas Yonif 122/TS Lettu Inf Aris di Jayapura, seperti ditulis dari Pada, Sabtu (25/3/2017).

Menurutnya, tanda bukti itu yaitu hasil kontrol teratur jajarannya pada tiap-tiap pelintas batas yang bakal masuk serta keluar perbatasan RI-PNG.

” Ke depan kami semakin lebih intensif serta selektif dalam lakukan kontrol pada tiap-tiap pelintas batas, hal semacam ini dikerjakan untuk menghimpit tingginya angka beragam aktivitas ilegal yang dikerjakan di perbatasan, ” tutur Aris.

Menurutnya, tanda bukti itu telah dilaporkan ke Korem172/PWY, termasuk juga atribur bintang kejora. Dua warga itu juga telah di check serta di beri teguran.

Perwira Hukum Yonif 122/TS Lettu Chk Wira Hariyono menerangkan, pihaknya selalu menindaklanjuti Perdasus Nomor 15 th. 2013 mengenai larangan produksi, pengedaran serta penjualan minuman mengandung alkohol di Papua.

” Regulasinya telah terang, terutama Gubernur Lukas Enembe juga sudah memberikan instruksi lewat Instruksi Gubernur Nomor : 3/INSTR-GUB/2016, mengenai pendataan orang asli Papua serta larangan produksi, pengedaran serta penjualan minuman mengandung alkohol di Papua. Jadi, kami bakal kerjakan kontrol pada tiap-tiap pelintas batas serta tetaplah senantiasa bekerjasama dengan lembaga berkaitan dan melaporkan ke unit atas, ” ucap Wira.

Disamping itu, Komandan Satgas Pamtas Mayor Inf Sigit Sugiharto yang dihubungi terpisah membetulkan langkah tegas jajarannya, dalam menghimpit jumlah angka perbuatan ilegal yang dikerjakan pelintas batas di perbatasan RI-PNG, termasuk juga membawa atribut bintang kejora.

” Saya dukung seutuhnya usaha beberapa staf serta anggota saya dalam lakukan bebrapa aksi preventif manfaat mempersempit ruangan contoh oknum warga yang melakukan tindakan ilegal di perbatasan, ” kata Sigit.